Kapok rasanya bangun siang”. Secara biasanya habis subuhan langsung balik molor di kasur. Ternyata, pagi itu indah…banget

Merasakan sejuknya udara pagi yang belum terkontaminasi polusi surabaya yang menggila kalau sudah siang hari. Otak dan paru” rasanya berebut ingin dipenuhi oleh berjuta molekul oksigen yang begitu segar.
Mendengar kokok ayam, kicau burung, suara anak” balita bermain” di antara hembusan angin lembut yang menyejukkan.
Melihat ketentraman….
Di rumahku, di rumah tetanggaku….
Yang biasanya penuh dengan konflik, suara” teriakan…

Aku melihat dia dan ayahnya saling bercengkrama. Pemandangan yang menurutku, sangat ajaib. Mengingat ayah dan anak tersebut sangat jarang duduk berdua, berbincang-bincangpun jarang..
Aku melihat dia tersenyum, yang menurutku juga sangat ajaib mengingat beban ekonomi yang setiap hari membawa keluarganya kepada para rentenir yang jumlahnya…ahh..

Semua otak serasa di reset…
Semua kemarahan dan kekesalan serasa di delete, pagi ini…

Pagi..jangan pergi
Aku tak mau kau cepat” dijemput mentari.