Uncategorized


Kata orang, agar orang lain mendengarkan kita, kita harus  mendengarkan orang lain.  Tetapi, pernahkah kau merasa, sudah mendengarkan tetapi tidak kunjung juga didengarkan ? Sudah sekuat tenaga berteriak tetapi tak ada yang mendengar teriakanmu?

Karena kamu merasa bukan siapa-siapa. Teriakanmu tak berarti apapun, tak berhak untuk didengarkan. Sehingga kau sedikit demi sedikit mulai lelah, lalu memutuskan lebih baik diam saja daripada bersuara tiada guna.  Lalu kau juga mulai memutuskan untuk tidak mau mendengar suara. Perlahan-lahan, suara dari orang yang tak kau kenal, beranjak suara orang-orang yang selama ini kau anggap sebagai teman, lalu kemudian keluargamu. Lalu semuanya. Kau tak mau mendengar suara, bahkan dari dalam hatimu sendiri. Kau menjadi bisu dan tuli. Pertama suara, lalu kemudian rupa. Kau menjadi tidak peduli apapun tentang mereka.  Lalu kau menjadi buta. Ya..bisu, tuli dan buta. Kehidupan menjadi sunyi, sepi dan hampa. Semula kau anggap hal itu baik karena kau tidak perlu memikirkan hal lain selain dirimu dan dirimu sendiri. Tapi perlahan-lahan, hal itu mulai terasa aneh dan menakutkan. Seakan nasi sudah menjadi bubur. Siapa yang bisa mengubah orang bisu, tuli dan buta menjadi orang yang bisa bicara, mendengar dan melihat lagi ?

mungkin ini adalah postingan paling bodoh yang pernah saya buat. Yah..g ada tema, g ada topik..g ada tujuan yg mau dibahas. Alasan postingan bodoh ini dibuat adalah :

1. sudah lama bgt g post di blog ini

2. pengen ngetik namanya yang dengan dodolnya pula saya jadikan pass di blog ini… jadi…smacam obat kangen la..wkwkwkwkwk..

udah deh… GEJE mode:on  XP

Waktu lagi buka” ini, browsing” resep, eh..nemu crita ini.. simple, tapi ngena’…

Enjoy the story.. :D

images

(Catatan: cerita ini sebetulnya dalam bahasa Inggris, menggunakan bahasa lambang yang hilang dalam penerjemahan. Misalnya: turkey atau kalkun dalam bahasa sehari-hari dimaknai sebagai orang yang naif dan agak bodoh, dan bullshit atau tahi banteng bermakna kebohongan).

Seekor kalkun mengobrol dengan seekor banteng.

“Saya ingin sekali memanjat pohon ini hingga dahannya yang paling atas,” kata si kalkun berangan-angan.
“Kenapa kamu tidak makan tahi saya? Banyak vitaminnya, lho?” jawab si banteng.
Kalkun percaya kata-kata banteng, lalu mulai makan sedikit demi sedikit. Benar saja. Ternyata tahi banteng memang membuatnya bertenaga dan mampu memanjat pohon itu hingga dahan yang paling bawah.
Keesokan harinya, kalkun “sarapan” bullshit lagi. Dan ternyata, sekarang ia mampu memanjat hingga dahan yang lebih tinggi. Demikianlah, selama seminggu berkat bullshit ia berhasil mencapai dahan pohon yang tertinggi.
Ketika kalkun sedang “merayakan” keberhasilannya di puncak pohon, seorang petani melihatnya. Petani segera membidikkan senapannya. “Dor!” Dengan sekali tembak saja, tumbanglah kalkun. link : >>

Moral cerita: Bullshit might get you to the top, but it won’t keep you there. (Kebohongan mungkin dapat mengantar Anda mencapai kedudukan tinggi, tetapi kebohongan tidak akan dapat memertahankan Anda di kedudukan itu).


Next Page »