Waktu lagi buka” ini, browsing” resep, eh..nemu crita ini.. simple, tapi ngena’…
Enjoy the story..

(Catatan: cerita ini sebetulnya dalam bahasa Inggris, menggunakan bahasa lambang yang hilang dalam penerjemahan. Misalnya: turkey atau kalkun dalam bahasa sehari-hari dimaknai sebagai orang yang naif dan agak bodoh, dan bullshit atau tahi banteng bermakna kebohongan).
Seekor kalkun mengobrol dengan seekor banteng.
“Saya ingin sekali memanjat pohon ini hingga dahannya yang paling atas,” kata si kalkun berangan-angan.
“Kenapa kamu tidak makan tahi saya? Banyak vitaminnya, lho?” jawab si banteng.
Kalkun percaya kata-kata banteng, lalu mulai makan sedikit demi sedikit. Benar saja. Ternyata tahi banteng memang membuatnya bertenaga dan mampu memanjat pohon itu hingga dahan yang paling bawah.
Keesokan harinya, kalkun “sarapan” bullshit lagi. Dan ternyata, sekarang ia mampu memanjat hingga dahan yang lebih tinggi. Demikianlah, selama seminggu berkat bullshit ia berhasil mencapai dahan pohon yang tertinggi.
Ketika kalkun sedang “merayakan” keberhasilannya di puncak pohon, seorang petani melihatnya. Petani segera membidikkan senapannya. “Dor!” Dengan sekali tembak saja, tumbanglah kalkun. link : >>
Moral cerita: Bullshit might get you to the top, but it won’t keep you there. (Kebohongan mungkin dapat mengantar Anda mencapai kedudukan tinggi, tetapi kebohongan tidak akan dapat memertahankan Anda di kedudukan itu).