Aku tahu dia telah berubah. Hmpf.. Diabukanlah dirinya yang dulu. Kalau kau mengenalnya dengan baik dari paling tidak, 3 tahun yang lalu, kau tahu diatelah berubah. Apa yang kau ingat mengenai dia 3 tahun yang lalu? Seorang gadis yang selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman dan cengiran, yang selalu bergabung dengan teman” sejenisnya dan bisa dengan bebas mengatakan apa saja, bahkan mungkin sebelumnya kau menganggapnya orang yang cerewet. Atau mungkin kau mengenalnya dengan kepribadian yang cenderung sebagai “follower” ?? Karena ia mudah sekali berubah seiring lingkungannya yang juga selalu berubah-ubah. Atau… seorang yang sangat moody ? Ha, kalau yang itu sih sudah pasti bisa dilihat dengan mata telanjang.
Apa yang kau lihat mengenai dia yang sekarang ? Pendiam ? Cuek ? Muram dan suram ? Penyendiri ? Lebih tenang ? Kapan terakhir kali kau melihatnya tersenyum. Ah…mungkin kau saja sudah lupa kapan tepatnya.
Dia telah berubah…ya..itu sudah terjadi. Dia menjadi orang yang berbeda. Seperti orang yang benar-benar asing. Walaupun kau sering melihatnya bersama kawan” sejenisnya, tapi kau melihatnya..seolah” berada pada frekuensi yang berbeda dengan yang lainnya. Ia ada di tempat yang sama, tapi di dimensi yang berbeda. Tidak, ia tidak seperti kawan” yang lainnya yang masi tertawa hahahaha dengan bebasnya. Yang masih dengan santai dan senang menjalani hidup ini seolah tidak ada beban apa”.
Apakah kau melihat begitu banyak beban dalam matanya ? Ahh..mungkin tidak. Cuma orang yang pintar dan mengerti dia yang bisa melihatnya. Karena dia sangat pintar. Dia sangat pintarmenyembunyikani masalah”nya, sepintar dia menyembunyikan berbagai isi kepalanya dalam ekspresi wajahnya yang biasa-biasa saja.
Kau melihatnya hanya berada dalam satu emosi saat ini ? Aku rasa itu benar. Hanya satu emosi, dan sangat jarang, hampir-hampir tidak pernah berganti beberapa waktu ini. Satu ekspresi yang membuat orang sekitarnya malas untuk mendekatinya, berkomunikasi dengannya. Satu ekspresi. Itu disebut suram. Mungkin dia sengaja mengeset emosinya sedemikian rupa agar sedikit orang yang mau berurusan dengannya. Karena dia tidak suka dengan banyak orang ? Atau mungkin dia tidak suka bersosialisasi ? Entahlah, tapi sepertinya dia ingin bersembunyi dari semua orang. Menjadi tak terlihat lebih tepatnya. Dan aku rasa dia berhasil melakukannya !
Kau lihat wajahnya yang bertambah tua seiring dengan bertambahnya umurnya ? Dimanakah wajah kekanakan yang dulu selalu menghiasi raut mukanya ? Dimana sinar” di matanya ? Dimana cengiran, tawanya yang khas, jelek, tidak aturan, tapi selalu membuat orang lain juga ikut tersenyum mendengarnya ? Hilang? Wow, kenapa dia ?
Dia menjadi sangat angkuh. Sangat jarang bibirnya membuka untuk mengatakan kata. Sangat jarang suatu percakapan dimulainya. Bahkan, dia hampir tidak pernah memulai suatu percakapan ! Angkuh benar dirinya !
Aku menyebutnya sangat egois dan sangat keras kepala. Apa kau tidak melihat rahang keras yang terkatup rapat , alis kanan yang merubah posisinya menjadi lebih tinggi dari posisi normalnya dan dahi yang berkerut ketika ia tidak setuju akan suatu hal ? Ia tidak mengatakan bantahannya, tapi aku tahu, ia sedang bersikukuh dengan pikiran dan pendapatnya. Tak terbantahkan, tak tergoyahkan. Sekarang sudah terasa egois dan keras kepalanya ?
Kau juga bisa mengatakan ia sangat “kejam dan sinis”. Ah, entahlah..tapi anak itu sekarang sering sekali mengungkapkan komentar” bermajas sinisme.. Bahkan ke orang” yang paling dekat dengannya. Karena dia tidak suka atau bagaimana?
Terakhir aku bertemu dengannya ketika ia berumur 20. bahkan ia tidak menunjukkan binar di matanya saat hari dimana umurnya mencapai kepala 2. Datar, sunyi dan suram seperti biasa…
Orang macam apa yang bisa berkomunikasi dengannya ? Mungkin hanya keluarganya yang bisa ? Aku rasa tidak juga. Tidakkah kau melihat satu karakter yang sangat menonjol dalam dirinya ? Dia jarang (walaupun sesekali pernah, tapi sangat jarang dilakukannya. Dia hanya melakukannya jika dia memiliki keperluan.) berbagi. Berbagi cerita, berbagi senang, berbagi sedih, berbagi..segalanya. Dia tidak pernah.
Apakah dia menganggap tidak ada orang yang bisa mengerti dirinya ? Setahuku ada satu orang yang selalu ingin dia ajak untuk berbagi. Tapi sayangnya orang itu tidak terlalu mempedulikan dirinya, dan dirinya terlalu gengsi untuk jadi yang pertama bercerita. Mungkin itulah sebab dia menutup hatinya rapat”. Dia seorang perencana. Dan dia adalah seorang perencana yang sangat takut untuk mengambil suatu resiko. Dia tidak mau mengambil resiko sekecil apapun untuk hidupnya. Tidak satupun. Karena dia telah melihat dengan jelas bagaimana suatu resiko terjelek meskipun peluangnya hanya persen yang kecil, tetaplah suatu resiko yang sangat bisa terjadi.
Entah berapa jenis kunci yang dia gunakan untuk menutup hati dan pikirannya. Entah perisai sekuat apa yang digunakannya agar orang lain tak tahu urusannya. Karena dia benci dikasihani. Dia benci dipandang lemah. Dia benci orang lain melihatnya kecil. Dia ingin menjadi patung gadis porselen raksasa. Dingin, kokoh, dan terlihat sangat angkuh dan berkuasa.
Apa kau masih mengenalnya saat ini ?
Kalau iya, kaulah orang yang akan menjadi bagian dari hatinya, dan hidupnya. Karena dia tidak mau menyimpan apapun di hatinya, kecuali nama” yang sangat sangat berarti, yang mengerti dan merubah dirinya menjadi lebih baik.