Kata orang, agar orang lain mendengarkan kita, kita harus mendengarkan orang lain. Tetapi, pernahkah kau merasa, sudah mendengarkan tetapi tidak kunjung juga didengarkan ? Sudah sekuat tenaga berteriak tetapi tak ada yang mendengar teriakanmu?
Karena kamu merasa bukan siapa-siapa. Teriakanmu tak berarti apapun, tak berhak untuk didengarkan. Sehingga kau sedikit demi sedikit mulai lelah, lalu memutuskan lebih baik diam saja daripada bersuara tiada guna. Lalu kau juga mulai memutuskan untuk tidak mau mendengar suara. Perlahan-lahan, suara dari orang yang tak kau kenal, beranjak suara orang-orang yang selama ini kau anggap sebagai teman, lalu kemudian keluargamu. Lalu semuanya. Kau tak mau mendengar suara, bahkan dari dalam hatimu sendiri. Kau menjadi bisu dan tuli. Pertama suara, lalu kemudian rupa. Kau menjadi tidak peduli apapun tentang mereka. Lalu kau menjadi buta. Ya..bisu, tuli dan buta. Kehidupan menjadi sunyi, sepi dan hampa. Semula kau anggap hal itu baik karena kau tidak perlu memikirkan hal lain selain dirimu dan dirimu sendiri. Tapi perlahan-lahan, hal itu mulai terasa aneh dan menakutkan. Seakan nasi sudah menjadi bubur. Siapa yang bisa mengubah orang bisu, tuli dan buta menjadi orang yang bisa bicara, mendengar dan melihat lagi ?